Berbuka puasa merupakan momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam ajaran Islam, waktu berbuka tidak hanya menjadi saat untuk menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan berdoa yang memiliki keutamaan khusus.
Para ulama sepakat bahwa doa orang yang berpuasa, terutama ketika berbuka, termasuk doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa ada beberapa golongan doa yang tidak tertolak, salah satunya doa orang yang berpuasa saat berbuka.
Baca Juga : Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Waktu Berniat, dan Bacaan Lengkap Sesuai Fikih
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu berbuka dengan memperbanyak doa dan ungkapan syukur kepada Allah SWT, baik doa yang bersumber dari hadis maupun doa dengan redaksi lain yang mengandung kebaikan.
Doa Berbuka Puasa dalam Pandangan Ulama
Dalam literatur klasik Islam, para ulama telah menghimpun berbagai doa yang diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW atau para sahabat ketika berbuka puasa. Salah satu rujukan penting adalah karya Imam al-Nawawi, al-Adzkar, yang mencatat beberapa opsi doa berbuka puasa.
Berikut beberapa bacaan doa berbuka puasa yang sering diamalkan dan memiliki dasar riwayat:
Doa Berbuka Puasa Riwayat Abu Daud
Pada riwayat Abu Daud sahabat dari Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah saat berbuka puasa berdoa dengan membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa saat berbuka puasa Rasulullah pernah berdoa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Doa Berbuka Puasa yang Umum Diamalkan
Dalam praktik di masyarakat, doa ini sering dibaca dengan tambahan lafaz tertentu. Hal tersebut tidak menjadi persoalan, karena pada dasarnya redaksi doa tidak dibatasi pada satu riwayat saja. Selama isi doa mengandung kebaikan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam, umat Islam diperbolehkan untuk memanjatkan doa dengan redaksi yang beragam, termasuk tambahan berikut ini:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Dalam praktik di masyarakat, doa ini sering ditambah dengan kalimat pujian dan permohonan lain. Penambahan tersebut dibolehkan, karena doa pada dasarnya tidak dibatasi selama mengandung makna yang baik.
Baca Juga : Waktu sholat dhuha bogor hari ini
Kesimpulan
Doa berbuka puasa tidak terbatas pada satu bacaan tertentu. Beragam doa yang diriwayatkan para ulama dapat diamalkan sesuai kemampuan dan kenyamanan masing-masing. Umat Islam tidak perlu merasa ragu atau khawatir memilih doa mana yang paling sahih, karena seluruh doa di atas memiliki landasan yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam.
Yang terpenting adalah memanfaatkan waktu berbuka dengan penuh kesadaran, rasa syukur, dan harapan agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT.