Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Waktu Berniat, dan Bacaan Lengkap Sesuai Fikih

Saifuddin Romli |

Niat Puasa Ramadhan Tata Cara, Waktu Berniat, dan Bacaan Lengkap Sesuai Fikih

Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa Ramadhan. Tanpa niat, puasa yang dilakukan tidak dianggap sah, meskipun seseorang telah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Karena itu, memahami tata cara dan waktu niat puasa menjadi hal penting bagi setiap Muslim.

Dalam kajian fikih, niat puasa Ramadhan dibahas secara mendalam oleh para ulama dari berbagai mazhab. Perbedaan pendapat yang muncul bukanlah pertentangan, melainkan bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam.

Waktu Niat Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan termasuk puasa wajib, sama seperti puasa qadha dan puasa nazar. Mayoritas ulama menetapkan bahwa niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam. Setiap hari puasa dipandang sebagai ibadah tersendiri, sehingga niat harus diperbarui setiap harinya. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya niat sebelum fajar bagi puasa wajib.

Pandangan Mazhab Maliki

Mazhab Maliki memiliki pandangan yang lebih longgar. Menurut mazhab ini, niat puasa Ramadhan cukup dilakukan satu kali pada malam pertama Ramadhan untuk mencakup seluruh bulan. Alasannya, puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh dan berkesinambungan.

Pendapat ini banyak dijadikan pegangan sebagai bentuk keringanan, terutama bagi umat Islam yang khawatir lupa atau tertidur sebelum berniat di malam hari.

Sikap Kehati-hatian dalam Berniat

Sebagai langkah kehati-hatian, banyak ulama menganjurkan agar umat Islam menggabungkan kedua pendapat tersebut. Niat puasa sebulan penuh dapat dilakukan pada malam pertama Ramadhan, sekaligus tetap membiasakan diri berniat setiap malam sebagaimana pendapat Mazhab Syafi’i.

Dalam praktik sehari-hari, niat puasa biasanya dilakukan setelah shalat tarawih atau saat sahur.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan harian:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Adapun bacaan niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”

Kesimpulan

Niat puasa Ramadhan adalah bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa. Perbedaan pendapat ulama mengenai waktu dan cakupan niat menunjukkan keluasan dan fleksibilitas fikih Islam. Dengan memahami dan mengamalkan pendapat yang diyakini paling kuat, umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan tenang dan penuh keyakinan.