Sebagian orang pernah mengalaminya, tapi tidak sedikit juga yang bingung atau bahkan khawatir. Saat nafsu syahwat mulai timbul, tiba-tiba keluar cairan bening dari alat kelamin. Tidak sakit, tidak berbau, tapi tetap menimbulkan tanda tanya: ini normal atau justru tanda penyakit?
Pertanyaan ini sebenarnya cukup umum, hanya saja jarang dibahas secara terbuka. Padahal, dari sisi medis, kondisi ini punya penjelasan yang jelas.
Cairan Bening Ini Disebut Cairan Pre-ejakulasi
Dalam istilah medis, cairan bening yang keluar dari alat kelamin sewaktu nafsu syahwat timbul disebut cairan pre-ejakulasi atau sering juga disebut precum.
Cairan ini biasanya keluar dari penis pria ketika tubuh mulai merespons rangsangan seksual, bahkan sebelum ejakulasi terjadi. Pre-ejakulasi diproduksi oleh kelenjar kecil bernama kelenjar Cowper, yang terletak di bawah prostat.
Baca Juga : Panduan Memilih Obat Batuk Kering dan Penggunaan yang Aman
Kenapa Cairan Ini Bisa Keluar?
Tubuh manusia punya mekanisme alami yang bekerja tanpa disadari. Saat seseorang terangsang, tubuh langsung “bersiap”. Salah satu bentuk persiapan itu adalah dengan mengeluarkan cairan pre-ejakulasi.
Fungsi cairan ini antara lain:
- Melumasi saluran uretra agar lebih nyaman
- Menetralkan sisa urine yang bersifat asam
- Membantu proses ejakulasi berjalan lebih lancar
Jadi, keluarnya cairan bening ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari respons alami tubuh.
Apakah Cairan Pre-ejakulasi Mengandung Sperma?
Ini pertanyaan yang sering muncul dan penting untuk dipahami.
Secara umum, cairan pre-ejakulasi tidak diproduksi untuk membawa sperma. Namun, dalam kondisi tertentu, cairan ini bisa saja mengandung sperma sisa dari ejakulasi sebelumnya yang masih tertinggal di uretra.
Itulah sebabnya, dari sudut pandang kesehatan reproduksi, cairan ini tetap memiliki risiko, meskipun kecil.
Apakah Semua Pria Mengalaminya?
Tidak selalu.
Ada pria yang mengeluarkan cairan pre-ejakulasi cukup banyak, ada juga yang hanya sedikit, bahkan hampir tidak terasa sama sekali. Semua itu masih tergolong normal dan dipengaruhi oleh:
- Kondisi hormon
- Tingkat rangsangan
- Respons tubuh masing-masing
Perbedaan ini tidak bisa dijadikan patokan kesehatan atau kejantanan seseorang.
Kapan Perlu Curiga?
Meski cairan bening saat terangsang umumnya normal, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan. Kamu perlu waspada jika cairan yang keluar:
- Berubah warna menjadi kuning, kehijauan, atau keruh
- Berbau menyengat
- Disertai rasa nyeri, panas, atau gatal
- Keluar tanpa adanya rangsangan seksual
Jika mengalami hal-hal tersebut, bisa jadi itu bukan pre-ejakulasi, melainkan tanda infeksi atau gangguan pada saluran kemih dan reproduksi.
Perbedaan Cairan Normal dan Tidak Normal
Secara sederhana, perbedaannya bisa dilihat dari cirinya:
- Pre-ejakulasi: bening, tidak berbau, keluar saat terangsang
- Cairan infeksi: keruh, berwarna, berbau, sering disertai nyeri
- Sisa urine: agak kekuningan, biasanya keluar tanpa rangsangan
Mengenali perbedaannya bisa membantu mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu.
Kesimpulan
Cairan bening yang keluar dari alat kelamin sewaktu nafsu syahwat timbul disebut cairan pre-ejakulasi. Ini adalah respons alami tubuh pria dan umumnya tidak berbahaya.
Selama cairan tersebut bening, tidak berbau, dan hanya muncul saat terangsang, kondisi ini termasuk normal. Namun, jika ada perubahan warna, bau, atau rasa tidak nyaman, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis.