Parama Hotel Puncak, Hotel Pinggir Jalan Raya yang Viewnya Bikin Lupa Lagi di Hotel Bintang Tiga

Saifuddin Romli |

Parama Hotel Puncak Hotel Pinggir Jalan Raya yang Viewnya Bikin Lupa Lagi di Hotel Bintang Tiga

Ada satu momen di Parama Hotel yang sulit dilupakan oleh siapapun yang pernah menginap di sini pagi hari saat jendela kamar terbuka dan gunung berdiri penuh di depan mata, tanpa halangan, tanpa perlu berjalan ke titik tertentu, hanya dari kasur. Langit bersih, udara Puncak masuk lewat celah jendela, dan sarapan sudah menunggu di bawah. Untuk hotel yang berdiri sejak 1995 dan lokasinya tepat di pinggir jalan raya utama Puncak, pengalaman semacam itu adalah hal yang tidak banyak orang duga akan mereka dapatkan.

Parama Hotel bukan hotel baru dan tidak mencoba tampil seperti hotel baru. Tapi itulah justru yang membuatnya menarik untuk dibahas.

Lokasi Strategis, di Pinggir Jalan Raya Puncak

Parama Hotel berdiri tepat di Jalan Raya Puncak KM 80, berseberangan dengan Race Area Puncak. Dari arah Jakarta, posisinya ada di sebelah kiri jalan mudah ditemukan tanpa perlu menyusuri gang atau jalan sempit. Di Google Maps cukup ketik “Parama Hotel Puncak” dan navigasi akan membawa Zoners langsung ke pintu masuk.

Posisi di pinggir jalan utama ini bukan kelemahan. Justru sebaliknya Zoners yang lapar tengah malam, ingin jajan gorengan pinggir jalan, atau sekadar ingin ngemil mie ayam tanpa harus memesan room service, cukup melangkah keluar beberapa meter. Pilihan kuliner di sepanjang KM 80 Puncak berlimpah, dari warung sederhana hingga restoran yang buka sampai larut malam.

Baca Juga : 8 Rekomendasi Glamping di Bogor Murah & Nyaman dengan View Alam Indah

Untuk yang datang dari Jakarta, jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Bandara Soekarno-Hatta atau sekitar 15 menit dari pintu Tol Jagorawi salah satu yang paling mudah dijangkau di antara hotel-hotel kawasan Puncak. Area parkir tersedia luas, baik untuk motor maupun mobil.

Tiga Dekade di Puncak, Sempat Berhenti, Kini Bangkit Lagi

Parama Hotel mulai beroperasi pada tahun 1995 artinya hotel ini sudah melayani tamu selama lebih dari tiga dekade di kawasan yang persaingan penginamannya semakin ketat setiap tahun. Setelah pandemi memukul industri perhotelan, Parama sempat tutup sementara dan menjalani proses renovasi. Bagian depan hotel sudah selesai direnovasi dan terlihat lebih segar. Untuk bagian cottage yang masih dalam proses renovasi saat video ini dibuat, kondisi terkini bisa langsung dikonfirmasi ke pihak hotel sebelum Zoners memutuskan memesan.

Hotel ini berada di bawah naungan Menteng Group dan memiliki 159 kamar yang terbagi dalam beberapa tipe dari standar hingga cottage tiga kamar tidur.

Fasilitas Cukup Lengkap dan terawat

Lobi Parama Hotel terhubung langsung ke area restoran yang cukup luas desain ini membuat transisi dari check-in ke makan siang atau sarapan terasa natural, tidak perlu naik lift atau menyusuri koridor panjang. Restorannya memanfaatkan view ke arah gunung, dan dari sudut-sudut tertentu, pemandangan itu terasa jauh lebih mahal dari harga kamar yang Zoners bayar.

Kolam renangnya ada dua: satu untuk dewasa dan satu untuk anak-anak. Tim pengelola Parama merawat keduanya dengan konsisten airnya jernih, tidak ada bau kaporit yang menyengat saat Zoners mendekat ke tepi kolam, dan area sekitarnya dijaga tetap bersih. Kolam dewasa dilengkapi seluncuran berukuran cukup besar ini bukan seluncuran kecil untuk balita, tapi seluncuran yang membutuhkan sedikit keberanian dari pengguna dewasa atau anak usia sekolah. Untuk balita, kolam anak adalah pilihan yang lebih aman. Air di kedua kolam menggunakan air dingin, tapi tidak sampai membuat gigi gemeretak dingin yang terasa segar, bukan dingin yang membuat Zoners langsung lari ke tepi kolam setelah tiga detik masuk.

Di luar kolam, Parama menyediakan playground outdoor untuk anak-anak yang ingin bermain tanpa basah. Fasilitasnya tidak seluas resort khusus anak, tapi cukup untuk mengisi waktu si kecil sementara orang tua beristirahat. Satu catatan penting untuk Zoners yang datang bersama lansia atau anggota keluarga pengguna kursi roda: akses ke lantai dua dan tiga menggunakan tangga, tidak ada lift. Sebaiknya minta kamar di lantai satu saat proses booking atau setibanya di resepsionis.

Tipe Kamar Parama Hotel

Parama Hotel menawarkan empat tipe kamar: Superior, Deluxe, Grand Deluxe, dan Cottage. Untuk keluarga atau pasangan yang datang pertama kali, dua tipe yang paling layak dipertimbangkan adalah Deluxe dan Grand Deluxe keduanya punya karakter yang berbeda dan masing-masing unggul di aspek yang berbeda.

Deluxe Double dan Deluxe Twin menempati posisi sebagai tipe dengan nilai terbaik di Parama. Kamarnya tidak terlalu besar, tapi tata letaknya efisien tidak ada ruang yang terasa mubazir. Di dalam kamar tersedia gantungan baju, cermin full body, TV, meja rias yang juga bisa difungsikan sebagai meja kerja, dan AC. Untuk tipe Twin, dua single bed diatur berhadapan dengan jarak yang cukup nyaman. Komplementer standar tersedia: dua botol air mineral kecil, ketel listrik, kopi, teh, dan gula.

Yang membuat Deluxe benar-benar menonjol adalah viewnya. Jendela kamar menghadap langsung ke area kolam renang dan gunung di belakangnya. Pagi hari saat langit cerah, pemandangan dari jendela ini terasa seperti lukisan yang bergerak gunung berdiri penuh, kolam renang memantulkan cahaya matahari, dan udara Puncak masuk perlahan. Jendela bisa dibuka penuh meskipun tidak ada balkon, jadi Zoners bisa menikmati udara luar dari dalam kamar tanpa harus keluar.

Grand Deluxe menawarkan luas kamar yang lebih besar dengan tambahan living room di dalamnya cocok untuk Zoners yang butuh ruang gerak lebih atau yang membawa anak kecil yang perlu tempat bermain di dalam kamar. TV di tipe ini sudah menggunakan smart TV. Namun dari sisi view, Grand Deluxe sedikit kurang beruntung dibanding Deluxe biasa karena pandangan ke gunung sebagian terhalang atap cottage di depannya. Kalau prioritas utama Zoners adalah kamar luas, Grand Deluxe adalah jawabannya. Tapi kalau prioritasnya adalah view terbaik, Deluxe reguler menang.

Cottage adalah pilihan untuk keluarga besar. Tersedia dalam tiga varian Cottage A (67 m², 3 kamar tidur, 1 kamar mandi), Cottage B (67 m², 3 kamar tidur, 2 kamar mandi), dan Cottage C (107 m², 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, guest room). Semua varian cottage dilengkapi AC dan TV LED 32 inci. Bagian cottage sedang dalam proses renovasi, jadi sebaiknya Zoners tanyakan ketersediaannya langsung ke hotel sebelum memesan.

Seluruh tipe kamar dari Standar hingga Grand Deluxe sudah dilengkapi AC, kamar mandi pribadi dengan water heater, TV, dan lemari. Tidak ada kamar yang terasa seperti afterthought.

Menu Sarapan di Parama

Menu sarapan di Parama tidak mencoba menjadi lebih dari apa adanya. Ini bukan buffet hotel mewah dengan deretan chafing dish. Tapi tim dapur Parama memasak setiap menu dengan serius dan itu yang akhirnya diingat tamu.

Nasi kuning tersedia sebagai menu utama bersama mie goreng, buncis, tempe orek, dan ayam goreng, dilengkapi sambal, acar, dan kerupuk. Tim dapur Parama menggoreng ayam sampai kulitnya crispy di luar tapi dagingnya tetap juicy di dalam bukan ayam goreng yang kenyal dan alot seperti yang sering ditemukan di sarapan hotel kelas menengah. Di meja sambal, Parama menyiapkan sambal yang berani pedasnya bukan sambal manis yang tidak menggigit.

Untuk dessert, dapur menyiapkan bubur sumsum dan buah segar semangka dan pepaya yang dipotong rapi. Di luar area buffet utama, gorengan panas langsung dari penggorengan tersedia dalam empat varian: pisang goreng, singkong goreng, tempe goreng, dan bakwan jagung. Minumannya mencakup air putih, jus mangga, teh, dan kopi.

Semua ini disajikan dengan latar belakang view gunung dari jendela restoran. Parama menyebutnya sarapan biasa. Tapi sarapan dengan pemandangan gunung yang penuh di depan mata, sambil mendengar suara kendaraan Puncak mulai bergerak di kejauhan, rasanya jauh dari biasa.

Tips Booking, Bandingkan Dulu Sebelum Memutuskan

Sama seperti banyak hotel di kawasan Puncak, harga Parama Hotel bervariasi cukup signifikan tergantung platform dan waktu pemesanan. Zoners bisa membandingkan harga di Traveloka, Tiket.com, Booking.com, atau platform lain yang biasa digunakan, lalu bandingkan dengan harga langsung lewat Instagram resmi Parama atau kanal TikTok mereka. Selisih yang muncul kadang cukup untuk menutup biaya makan malam satu keluarga jadi langkah membandingkan ini tidak pernah sia-sia.

Baca Juga : 7 Rekomendasi Staycation Bogor Murah, Wajib Zoners Cobain

Informasi Praktis

DetailKeterangan
NamaParama Hotel Puncak
AlamatJl. Raya Puncak KM 80, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
PengelolaMenteng Group
Berdiri Sejak1995
Check-inPukul 14.00 WIB
Check-outPukul 12.00 WIB
Jumlah Kamar159 kamar
Tipe KamarSuperior, Deluxe, Grand Deluxe, Cottage (A/B/C)
Fasilitas KolamKolam dewasa + kolam anak, air dingin, seluncuran
Fasilitas AnakPlayground outdoor, kolam anak
Fasilitas LainRestoran, spa & pijat, karaoke (10 ruang), ruang rapat, WiFi
Akses DifabelLantai dua dan tiga hanya lewat tangga, minta kamar lantai satu
Rekomendasi BookingTraveloka, Tiket.com, Instagram @paramahotel, TikTok
Jarak dari Tol JagorawiSekitar 15 menit
Jarak dari Bandara SoettaSekitar 1,5 jam

Verdict, Layak untuk Siapa?

Parama Hotel bukan hotel yang akan membuat Zoners terpukau dengan kemewahan interiornya. Tidak ada kolam renang infinity, tidak ada sarapan prasmanan dengan puluhan pilihan, dan tidak ada pemandangan dari rooftop yang instagrammable dalam hitungan detik.

Tapi ada sesuatu yang lebih tahan lama di sini: keandalan. Tiga dekade beroperasi di kawasan yang persaingannya brutal mengajarkan Parama untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting kamar yang bersih dan terawat, kolam renang yang dijaga kebersihannya, sarapan yang dimasak dengan sungguh-sungguh, dan lokasi yang tidak membuat tamu repot.

Untuk Zoners yang mencari staycation keluarga di Puncak dengan kemudahan akses, view gunung dari kamar, kolam renang yang layak, dan sarapan yang mengenyangkan tanpa harus menguras anggaran berlebihan Parama Hotel adalah pilihan yang sudah teruji waktu.

Sudah pernah menginap di Parama Hotel Puncak? Ceritakan pengalaman Zoners di kolom komentar di bawah.

Penulis Saifuddin Romli Saifuddin Romli adalah jurnalis lokal dan penjelajah kuliner yang mendedikasikan waktunya untuk merekam setiap sudut Kota Hujan. Dari berita regional terkini hingga rekomendasi tempat healing tersembunyi, ia menghadirkan ulasan jujur dan informasi akurat langsung dari lapangan khusus untuk para Zoners.